Hubungan Anemia, Umur, Dan Paritas Pada Ibu Bersalin Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di RSUD H. Boejasin

  • Lisa Puda Juntika Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Rafidah Rafidah Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Yuniarti Yuniarti
  • Rubiati Hipni

Abstrak

Menurut Kemenkes Tahun 2021 kematian neonatal mencapai 20.154 yang diakibatkan karena BBLR. Rekapitulasi  rekam  medis di RSUD H.Boejasin jumlah persalinan pada tahun 2022 sebanyak sebanyak 52 bayi (15,6%) lahir dengan BBLR mengalami kenaikan pada tahun 2023 sebanyak 87 bayi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan anemia, umur dan paritas pada ibu bersalin dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSUD H. Boejasin. Penelitian menggunakan metode deskriftif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Bayi baru lahir di RSUD H. Boejasin Pelaihari pada tahun 2023 berjumlah 379 orang dengan menggunakan data sekunder, data ini menggunakan analisa Chisquer. Bayi BBLR di RSUD H. Boejasin sebesar 23 %, yang disertai ibu dengan anemia sebesar 37,3 %, ibu dengan umur beresiko < 20 tahun dan > 35 tahun sebesar 31,4 %, ibu dengan paritas beresiko 1 dan > 3 sebesar 25,5 %. Sedangkan, analisa bivariat menunjukan ada hubungan anemia pada ibu bersalin dengan keajadian BBLR (p value = < 0,001) dan ada hubungan umur pada ibu bersalin dengan keajadian BBLR (p value = 0,009), dan tidak terdapat hubungan antara paritas ibu bersalin dengan kejadian BBLR (p = < 0,221). Terdapat hubungan antara anemia dan umur pada ibu bersalin dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSUD H. Boejasin. Ibu hamil dapat mempelajari mengenai faktor risiko penyebab terjadinya BBLR dan pencegahan terjadinya BBLR.
Diterbitkan
2025-06-30