A Faktor Risiko Kejadian Infeksi pada Bayi Baru Lahir dengan Sectio Caesarea di RSUD H. Abdul Aziz Marabahan
Penelitian Kuantitatif Deskriptif Tahun 2025
Abstrak
Abstrak Infeksi pada bayi baru lahir merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal. Bayi lahir melalui sectio caesarea (SC) berisiko lebih tinggi terkena infeksi. Faktor risiko yang berperan antara lain ketuban pecah dini (KPD), berat badan lahir rendah (BBLR), dan hiperbilirubin. Di RSUD H. Abdul Aziz Marabahan tahun 2024 tercatat 492 kasus SC dengan 291 kasus infeksi (59,1%). Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko kejadian infeksi pada bayi baru lahir dengan SC. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir dengan SC pada tahun 2024. Sampel sebanyak 492 orang pada tahun 2024. Variabel yang diteliti meliputi infeksi, KPD, BBLR, dan hiperbilirubin. Analisis data menggunakan uji chi-square. Dari 492 bayi SC, 291 mengalami infeksi (59,1%). Ditemukan 43 kasus KPD (8,7%), 63 BBLR (12,8%), dan 35 hiperbilirubin (7,1%). Terdapat hubungan signifikan antara KPD dengan infeksi (p=0,000), terdapat hubungan antara hiperbilirubin dengan infeksi (p=0,002) sedangkan BBLR tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan infeksi (p=0,580). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara KPD dengan kejadian infeksi, dan terdapat hubungan antara hiperbilirubin dengan kejadian infeksi pada bayi SC, sedangkan BBLR tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian infeksi. Pencegahan dan deteksi dini faktor risiko perlu dilakukan untuk menurunkan angka infeksi neonatal. Kata Kunci: Infeksi, Bayi Baru Lahir, Sectio Caesare
Diterbitkan
2026-01-08
##submission.howToCite##
Sari, F. (2026, Januari 8). A Faktor Risiko Kejadian Infeksi pada Bayi Baru Lahir dengan Sectio Caesarea di RSUD H. Abdul Aziz Marabahan. JURNAL KEBIDANAN BESTARI, 9(2), 82-92. https://doi.org/https://doi.org/10.31964/jkb.v9i2.225
Bagian
Artikel
Hak Cipta artikel dimiliki oleh Jurnal Kebidanan Bestari

