Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Balita Dibawah Garis Merah (BGM) Di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Barat Kabupaten Banjar Tahun 2019

  • Luthfia Luthfia Poltekkes Kemenkes Banjarmasin jurusan kebidanan
  • Noorhayati Maslani Poltekkes Kemenkes Banjarmasin jurusan kebidanan
  • rusmilawaty rusmilawaty
  • Tri Tunggal Poltekkes Kemenkes Banjarmasin jurusan kebidanan

Abstrak

Masalah kesehatan anak merupakan salah satu masalah utama dalam bidang kesehatan yang terjadi di Indonesia, dimana masalah gizi yang sering terjadi pada anak balita yaitu Berat badan di bawah garis merah Data DINKES Kabupaten Banjar tahun 2017 Puskesmas Martapura Barat menempati urutan ke3 9,20% balita BGM dan meningkat tahun 2018 sebanyak 10,28% Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian berat badan balita Bawah Garis Merah (BGM) di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Barat Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional. Variabel independen yaitu pendapatan keluarga, frekuensi makan, status imunisasi dasar dan variabel dependen yaitu kejadian balita (BGM). Pengambilan sampel menggunakan tekhnik sampling jenih sampel sebanyak 237 balita. Instrumen penelitian mengunakan KMS balita, kuesoner, register balita, dan timbangan. Pengolahan data dengan uji statistik Chi square dengan α = 0,05 dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan kejadian balita BGM(ρ=0,000), hubungan antara frekuensi makan dengan kejadian balita BGM (ρ=0,003), dan hubungan antara status imunisasi dasar dengan kejadian balita BGM (ρ=0,004 ). Hasil Penelitian ini ada hubungan Pendapatan Keluarga, Frekuensi makan, Status Imunisasi Dasar dengan kejadian BGM di Wilyah Kerja Puskesmas Martapura Barat Tahun 2019
Diterbitkan
2023-12-28

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##